Manfaat panas matahari untuk kulit bayi

Kulit Bayi

Kulit Bayi

“Matahari : Musuh dikala Terik”

Siapa yang tidak tahu panasnya sinar matahari, terutama di siang hari. Di kota-kota besar seperti Jakarta tentu seringkali merasakan teriknya sinar matahari. Hal ini disebabkan oleh lapisan penahan sinar matahari sudah semakin menipis dan diperparah dengan polusi. Sinar matahari mengandung UVA dan UVB yang dipercaya dapat menyebabkan perubahan pada kulit. Sinar UVA mampu mempenetrasi jauh ke dalam kulit, merusak lapisan-lapisan yang memberikan kulit kita elastisitas dan tampilan yang halus dan lentur. Seiring berjalannya waktu, ini dapat menyebabkan keriput, kulit kendur dan kering. Itulah sebabnya paparan sinar matahari merupakan penyebab utama dari penuaan dini. Sinar UVA juga dapat memicu alergi matahari.

Sinar UVB hanya mempenetrasi lapisan permukaan kulit, namun ini bukan berarti mereka tidak kuat. Mereka dapat sebabkan rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan yang kita alami saat terbakar matahari. Baik UVA dan UVB keduanya mampu merusak DNA kulit lebih lanjut menyebabkan bintik-bintik dan kanker kulit. Masyarakat diperkotaan cenderung memilih untuk menghindari sinar matahari dibandingkan untuk memanfaatkan demi kesehatan. Namun, di balik sisi negatifnya, sinar matahari memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Terutama untuk anak di usia dini (bayi dan balita).

Sisi Lain Matahari

Sinar matahari juga baik untuk kesehatan kulit bayi. Kulit bayi yang baru lahir memiliki kadar bilirubin yang tinggi dalam darah. Maka tidak heran, bayi yang baru lahir lebih terlihat kuning. Saat bayi lahir, hemoglobin bekerja dengan cara merusak hemoglobin lama, hemoglobin saat bayi dalam kandungan), dan menggantikannya dengan yang baru. Pergantian ini mengakibatkan penumpukkan bilirubin karena fungsi organ hatinya belum cukup matang. Namun, para ibu tidak perlu khawatir karena kuning pada kulit bayi yang baru lahir bersifar fisiologis atau biasa terjadi dan tidak berbahaya. Untuk mengatasinya, cukup dengan menjemur bayi Anda di bawah sinar matahari pagi. Manfaat lainnya yang dirasakan oleh kulit bayi adalah bibit penyakit yang terdapat pada permukaan kulit bayi dengan sendirinya akan mati karena efek panas dari matahari pagi yang bersifat desinfektan. Sehingga bayi akan terhindar dari jamur dan penyakit kulit lainnya.

Selain baik untuk kesehatan kulit, matahari pagi juga bermanfaat bagi pertumbuhan tulang. Sinar matahari dapat menstimulus produksi vitamin D dalam tubuh. Oleh karena itu, tubuh mengandalkan sinar matahari pagi untuk memperoleh asupan vitamin D utama.

Tidak selamanya panas matahari dapat membuat tubuh kita sakit. Sinar matahari pagi memberikan terapi panas bagi bayi dan juga memberikan manfaat besar bagi metabolisme pertumbuhan bayi, baik pertumbuhan tulang maupun kulit. Ada hal yang harus diperhatikan yaitu panasnya sinar matahari yang baik untuk kesehatan adalah sebelum jam 9 pagi karena setelah itu sudah ada radikal bebas yang terkandung dalam sinar matahari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s